BERITA
  • 07 Februari 2020
  • 0 Komentar
  • 45 Kali Dilihat
DISKOMINFO_KAMSIBER_25 HOAKS TENTANG VIRUS CORONA

Kominfo Temukan 25 Hoaks tentang Virus Corona

Hoaks tentang adanya pasien yang positif terjangkit virus corona muncul di berbagai daerah, dari Solo hingga Tarakan. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA Tim medis melakukan pemeriksaan terhadap seorang pasien pada kegiatan simulasi penanganan virus Corona di RSUD Dr. Moewardi, Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/1/2020).

12 Penyebaran wabah virus corona baru (2019-ncov) yang berasal dari Wuhan, Tiongkok menjadi perhatian masyarakat dunia dalam sebulan terakhir. Namun, hal ini juga membuat berita bohong (hoaks) dan disinformasi mengenai virus korona marak di berbagai media sosial.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan 48 isu yang menyesatkan masyarakat sepanjang Januari 2020. Sebanyak 25 isu yang beredar dikategorikan sebagai hoaks sedangkan 23 isu lainnya merupakan disinformasi. Berikut ini daftarnya. Hoaks tentang virus corona

1. Kurma mengandung virus corona

Hoaks pertama yang beredar di Facebook berisi anjuran dari dokter dan menteri kesehatan di Timur Tengah untuk mencuci bersih kurma sebelum dikonsumsi. Pasalnya, kurma tersebut diduga mengandung virus corona yang berasal dari kelelawar.

Faktanya, pakar kesehatan dr. Eko Budidharmaja mengatakan, kabar itu tidak benar. Mencuci kurma sebelum dikonsumsi tidak akan mensterilkan virus. Selain itu, penularan virus corona cenderung terjadi melalui udara, khususnya dari orang-orang yang sudah terinfeksi virus ini sehingga bersin dan batuk.

2. Virus berbahaya di RSUP Dr. Sardjito

Pesan berantai beredar di media sosial WhatsApp berisi tangkapan layar (screenshot) percakapan yang mengatasnamakan Kabag OP RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Dalam pesan itu, seorang pria memberi imbauan tentang adanya virus berbahaya di RSUP Dr. Sardjito. Pesan itu juga menyebutkan, para pengemudi taksi online maupun konvensional jika menjemput penumpang harus memakai masker sehubungan dengan penyebaran virus Wuhan dari Tiongkok.

Disebutkan pula dalam pesan itu bahwa ada dua orang perawat di RS tersebut telah tertular. Dilansir dari Suara.com, Kasubag Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan, mengatakan pesan yang berisi imbauan untuk mengenakan masker ketika ke RSUP Dr. Sardjito karena rawan terjangkit penyakit menular adalah berita bohong.

Pesan yang menyebutkan dua perawat tertular virus corona juga merupakan hoaks. Banu mengatakan, seluruh perawat yang bertugas di RS tersebut dalam kondisi siap siaga dan tidak ada yang tertular penyakit pasien.

3. Pasien usia 7 bulan meninggal di RSUD Dr. Soetomo karena virus corona

Di media sosial WhatsApp beredar informasi yang menyebutkan ada pasien RSUD Dr. Soetomo, Surabaya yang berumur tujuh bulan meninggal karena terserang virus corona. RSUD Dr. Soetomo melalui akun Twitternya @rsudrsoetomo membantah kabar tersebut. Sampai saat ini belum ada pasien yang menunjukkan diagnosis infeksi virus corona.

RSUD mengimbau masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah terjangkit penyakit. (Baca: Korban Meninggal Virus Corona Naik Jadi 361 Orang & 17.205 Terinfeksi)

4. Virus corona dapat dicegah dengan rutin minum air putih

Beredar pesan berantai di Whatsapp yang menyebutkan virus corona dapat dicegah dengan cara rutin minum air putih dan menjaga kelembapan tenggorokan. Pesan itu seolah-olah bersumber dari Kementerian Kesehatan.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr. Anung Sugihantono, mengatakan pesan tersebut bukan berasal dari Kemenkes. "Tidak ada rilis dari Kemkes dengan narasi seperti itu," kata Anung seperti dikutip Suara.com.

Ternyata, pesan tersebut sebelumnya beredar dalam bahasa Inggris dan dinyatakan sebagai hoaks oleh Kementerian Kesehatan Singapura.

5. Sup kelelawar penyebab penyakit yang ditimbulkan virus corona

Pada 24 Januari 2020 beredar informasi di Facebook yang menyebutkan penyakit mematikan akibat virus corona disebabkan hidangan sup kelelawar yang dijual di restoran di Wuhan, Tiongkok.

Unggahan di Facebook itu juga disertai foto dan video orang-orang yang tengah menikmati sup kelelawar. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto membantah kelelawar ada hubungannya dengan virus corona. "Itu adalah hoaks. Kelelawar tidak ada hubungannya dengan virus corona," ujarnya.

6. Pasien dari Malaysia meninggal mendadak di RSUD dr. Soedarso, Pontianak

Sebuah unggahan di Instagram bergambar foto Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soedarso, Pontianak disertai keterangan yang menyebutkan seorang warga yang baru datang dari Malaysia meninggal mendadak, diduga karena virus corona. Seperti dilansir Suarakalbar.co.id, Tim Peneliti Hoax Crisis Centre (HCC) Kalbar, menemukan informasi tersebut tidak terkait dengan virus corona. "Kami menemukan bantahan dari Kepala Dinas Kesehatan Kalbar.

Informasi yang disebar tentang warga Malaysia meninggal di RSUD dr. Soeharso karena virus corona adalah hoaks," kata Ketua Umum HCC Kalbar Reinardo Sinaga. (Baca: Dua Acara Startup Skala Asia Ditunda Karena Merebaknya Virus Corona)

7. Pasien corona di RSUD Moewardi, Solo

Pesan berantai beredar di Whatsapp menyebutkan ada pasien di RSUD Moewardi Solo yang terjangkit virus corona baru. Faktanya, berita itu tidak benar (hoaks). Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas RSUD Moewardi Solo, Eko Haryati, mengatakan belum ada pasien suspect virus corona di RS tersebut. RSUD Moewardi telah menyiapkan segala fasilitas yang dibutuhkan jika terdapat pasien suspect virus corona di Solo.

8. Bawang putih menyembuhkan penyakit akibat virus corona

Di Facebook beredar informasi yang menyebutkan tata cara pengolahan bawang putih yang dapat menyembuhkan korban yang terinfeksi virus corona. Ahli vaksin dari OMNI Hospitals Pulomas, dr. Dirga Sakti Rambe, seperti dikutip Detikcom mengatakan klaim tersebut adalah hoaks.

Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang teruji untuk mengatasi virus corona baru. (Baca: Bukalapak dan Shopee Pantau Lonjakan Harga Masker Efek Virus Corona)

9. Ponsel Xiaomi dapat menularkan virus corona

Sebuah unggahan di media sosial menyebutkan virus corona dapat ditularkan melalui server pada telepon seluler (ponsel) Xiaomi buatan Tiongkok. Sekretaris Ditjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto mengatakan, virus corona tidak bisa hidup jika menempel pada benda mati.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Daeng Mohammad Faqih juga mengatakan, virus corona bisa menular antarmanusia melalui batuk dan bersin, serta makanan yang tercemar air liur orang yang terinfeksi virus corona. Penularan juga bisa terjadi dari hewan ke manusia.

10. Korban meninggal akibat virus corona di Singapura

Beredar pesan di HardwareZone yang menyebutkan ada satu orang korban meninggal akibat virus corona di Singapura.

Kabar tersebut diklarifikasi oleh pemerintah Singapura sebagai hoaks. Berdasarkan laporan resmi WHO, ada satu korban meninggal di luar Tiongkok, yakni di Filipina pada 2 Februari 2020.

11. Virus corona disebarkan rezim Tiongkok untuk membasmi umat Islam

Pada 28 Januari 2020 beredar narasi di Facebook yang menyebutkan virus corona sengaja disebarkan rezim di Wuhan, Hubei, Tiongkok untuk membasmi umat Islam yang penyebarannya sangat banyak di wilayah tersebut. Faktanya, persebaran umat Islam di Wuhan tidak signifikan. Mayoritas penduduk Wuhan beragama animisme.

Jumlah muslim di Wuhan hanya 1,6% dari 11 juta penduduk di wilayah tersebut. Oleh karena itu, tuduhan bahwa virus corona sengaja disebarkan karena Wuhan menjadi salah satu kota dengan persebaran muslim paling besar adalah tidak mendasar.

12. Pasien virus corona di RSHS Bandung

Informasi yang beredar melalui Twitter menyebutkan di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung terdapat pasien yang positif terkena infeksi virus corona. Kabar ini dibantah oleh Staf Khusus Presiden Bidang Sosial, Angkie Yudistia. Ia menyebutkan, kabar mengenai dua pasien yang diduga terpapar virus corona di RSHS Bandung itu adalah hoaks.

Seperti dilansir Republika.co.id, Direktur Utama RSHS Bandung, Nina Susana Dewi, mengatakan masyarakat tidak perlu resah terhadap dugaan dua pasien yang terpapar virus corona. "Informasi di luar yang menyebutkan adanya pasien positif terkena virus corona adalah hoaks," ujarnya. WHO menetapkan status darurat kesehatan global atas penyebaran virus corona. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

13. Virus corona masuk di Palembang

Pesan berantai yang beredar di Whatsapp seolah-olah mengutip pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Palembang dr. Hj. Letizia, M. Kes, dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Hj. Fauziah, M. Kes.

Narasinya mengimbau seluruh warga Palembang untuk waspada karena virus corona sudah masuk ke Palembang. Letizia mengklarifikasi kabar tersebut sebagai hoaks. Ia mengatakan, masyarakat harus lebih bijak menyampaikan informasi agar tidak menyebabkan keresahan di Palembang.

14. Pasien terjangkit virus corona di RSUD Tarakan

Beredar pesan di Whatsapp dengan foto dua orang petugas medis berseragam khusus warna kuning dan seorang pasien yang terindikasi terpapar virus corona di RSUD Tarakan. Informasi itu meresahkan masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara).

15. Korban meninggal akibat virus corona di Wuhan capai 10 ribu orang

Sebuah akun Youtube membagikan video yang diklaim sebagai suasana sebuah rumah sakit di Wuhan, Tiongkok pada 26 Januari 2020. Disebutkan dalam video itu bahwa korban yang meninggal akibat virus corona mencapai lebih dari 10 ribu orang dan tidak terurus.

News Alert Dapatkan informasi terkini seputar ekonomi dan bisnis langsung lewat email Anda Berdasarkan cekfakta.tempo.co, klaim bahwa korban tewas di Wuhan, Tiongkok mencapai 10 ribu orang itu menyesatkan. Hingga 28 Januari 2020, korban meninggal akibat virus corona di Provinsi Hubei di mana Wuhan berada mencapai 125 orang sedangkan di seluruh Tiongkok mencapai 132 orang.

16. Jokowi: Virus corona minum bodrex 5 menit langsung sembuh

Sebuah informasi yang diunggah di akun Facebook seolah-olah menunjukkan berita dengan judul "Jokowi: Virus corona minum bodrex 5 menit langsung sembuh." Berdasarkan penelusuran turnbackhoax.id, tidak ada berita yang dengan judul seperti itu. Bodrex adalah obat analgesik untuk mengobati sakit kepala, demam, flu, nyeri haid, sakit gigi, dan nyeri sendi.

Di dalam obat tersebut terkandung paracetamol, phenylephrine HCL, dan dextromethorpan, bukan obat untuk virus corona. (Baca: Kematian Pertama Virus Corona di Luar Tiongkok Terjadi di Filipina)

17. Pasien RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh positif terinfeksi virus corona

Beredar informasi di media sosial Facebook yang menyebutkan ditemukan satu pasien yang positif terkena virus corona di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh. Berdasarkan penelusuran rri.co.id, informasi tersebut merupakan kabar bohong atau hoaks. Direktur RSUD Zainoel Abidin mengatakan, sejauh ini belum ditemukan warga atau pasien yang terjangkit virus corona, sehingga masyarakat tidak perlu panik.

Pemerintah menunjuk dua rumah sakit di Aceh sebagai rujukan penanganan virus corona, yakni RSUD Zainoel Abidin dan RS Cut Mutia, Kabupaten Aceh Utara.

18. RS Kanujoso Balikpapan menerima pasien positif corona

Sebuah cuitan di Twitter yang menyebutkan informasi penting adanya pasien yang positif terinfeksi virus corona di RS Kanujoso, Balikpapan viral di Facebook dan Whatsapp. Pasien itu disebutkan sebagai pekerja asal Tiongkok.

 Seperti dilansir Inibalikpapan.com, informasi tersebut dibantah oleh RS Kanujoso Balikpapan karena hingga saat ini tidak ada pasien suspect virus corona. Sosialisasi penyakit virus corona dan pengobatan gratis. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

19. Warga Depok diisolasi karena virus corona

Pada 28 Januari 2020 beredar kabar yang viral di jejaring Whatsapp. Kabar itu menyebutkan ada satu orang warga Depok yang terjangkit virus corona dan diisolasi di sebuah rumah sakit. Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita, seperti dilansir beritasatu.com, mengatakan berita tersebut adalah hoaks.

 Ia mengatakan, tidak ada pasien yang dirawat di RS Permata Sawangan karena terjangkit virus corona.

20. Kabar pasien yang positif terkena virus corona di RS Columbia Asia Medan

Pesan berantai di Whatsapp yang seolah-olah bersumber dari Prof. Delfitri Munir, menyebutkan ada satu pasien yang positif terjangkit virus corona di RS Columbia Asia, Medan. Manajemen RS Columbia Asia Medan membantah kabar tersebut.

 Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahid Hasibuan, mengatakan kabar tersebut merupakan hoaks. Ia mengimbau masyarakat Sumut agar tidak mudah terpancing terhadap kabar bohong. Hingga akhir pekan lalu, tidak ditemukan kasus virus corona di Sumut. (Baca: Komite OPEC Gelar Pertemuan Khusus Besok, Bahas Dampak Virus Corona)

21. Warga Jombang terkena virus corona

Informasi yang beredar di Whatsapp mengatasnamakan Kapolres Jombang menyebut seorang TKI di Hong Kong terjangkit virus Corona. Dalam pesan tersebut, pasien pengidap virus corona tengah diobservasi di ruang isolasi Mawar Merah Putih, di lantai 3, RSUD Jombang. Wakapolres Jombang Kompol Budi Setiyono mengatakan informasi tersebut tidak benar.

Ia juga meminta masyarakat mengonfirmasi langsung kepada Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran. Ia mengimbau masyarakat Kabupaten Jombang untuk tidak terburu-buru mempercayai hoaks yang semakin sering terjadi.

22. Pasien virus corona masuk RSUD Rabain, Muara Enim

Sebuah unggahan di Facebook menyebutkan adanya pasien virus corona yang masuk di RSUD Rabain, Muara Enim. Pasien itu disebut sebagai karyawan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Lalang.

Direktur Rumah Sakit Muara Enim membantah kabar tersebut. Posko Waspada Virus Corona di New Yogyakarta International Airport.  (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

23. Virus corona menular lewat gim Free Fire

Sebuah gambar hasil tangkapan layar beredar di media sosial dengan narasi "Waspada! Virus Corona Bisa Menular Lewat Game Free Fire" Berdasarkan cekfakta.tempo.co, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Achmad Yurianto, mengatakan kemungkinan penyebaran virus corona melalui barang sangat rendah. Virus tidak dapat menular melalui benda mati.

24. Pasien positif suspect corona di RSUD Singkawang

Di media sosial Whatsapp beredar informasi yang menyebutkan bahwa ada satu orang pasien yang positif suspect corona dari Puskesmas Singkawang Selatan.

Pasien tersebut kemudian dirujuk ke RSUD dr. Abdul Aziz, Singkawang. Faktanya, informasi tersebut adalah hoaks. Direktur RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang, Ruchanihadi, mengatakan sampai 1 Februari 2020 belum ada pasien corona virus di rumah sakit tersebut.

25. Pasien virus corona di RSUD Iskak Tulungagung

Di media sosial beredar informasi mengenai adanya pasien di RSUD dr. Iskak Tulungagung yang terinfeksi virus corona. Setelah ditelusuri, kabar tersebut tidak benar.

Seperti dilansir Kompas.com, Kabid Pengendalian dan Pelayanan RSUD dr. Iskak Tulungagung, Sujianto, mengatakan sampai saat ini rumah sakit itu belum pernah merawat pasien yang diduga terjangkit virus corona.

Meski demikian, RSUD Iskak Tulungagung siap jika harus menangani pasien yang terjangkit virus corona. Ia juga mengimbau masyarakat Tulungagung yang baru pulang dari luar negeri, terutama Tiongkok, untuk mengecek kondisi kesehatannya.